“Lo punya X? ih sori ya, menurut gw X itu sampah”
orang berpendidikan macam apa sih yang bisa ngomong kayak gini langsung di depan orang lain? gw baru2 ini chatting sama orang, dan dia komentar kayak gitu atas avatar gw. dalam hal ini, barang yang dia maksud itu bukan milik gw, so gw seharusnya ga ngambil offense yang dia kasih itu.
gw tadinya ga mau kesulut (buat apa juga, orang bukan barang gw juga), tp orang ini kok makin menjadi2 sepertinya dalam berpendapat. makin pedes gitu loh. lah emang barang sih bukan punya gw ya, tp itu kan tetep punya temen gw juga? lah I feel bad for my friend donk?
akhirnya gw meledak juga. walau status gw bukan pemilik barang itu, gw jadi sedikit argumen ttg barang itu lah. gimana menurut gw, genre dia membandingkan produk yg ada di avatar gw, dgn produk sejenis lainnya, itu salah dan ngaco. seperti membandingkan 2 hal yang berbeda. tujuan awal orang2 beli produk itu apa. blablablablablabla
dan poin sebenarnya bukan di situ juga.
gw memang bilang ke dia itu bukan barang gw. tp kata2 ‘sampah’ tadi keluar sebelum dia tau bahkan itu barang punya gw atau bukan. berarti saat itu dia assume kalo barang itu punya gw kan?
mikir ga dia kek mana perasaan gw kalo itu barang bener punya gw? kalo tyt bener gw beli itu barang atas dasar emang gw suka, sakit hati ga sih lo, disebut kayak gitu?
dan ya, seperti dugaan kita semua, tak ada lah kata maaf itu keluar dari mulut (well, ketikan, sih. we were chatting) dia. for him, it is totally normal to speak up your mind like that. he also added ‘IMHO’ which I think this is beyond humble.
really, guys? seboleh itukah kita terbuka dalam berpendapat? am I the one who’s being narrow-minded?